Lahirnya Informatika
Tersebarnya komputer ke kalangan pendidikan dan bisnis mendorong banyaknya inovasi. Bidang pengembangan komputer diperkuat dengan perbaikan pada mesin komputer (yang kemudian disebut dengan perangkat keras atau hardware), maupun pada program instruksi komputer (yang kemudian disebut dengan perangkat lunak atau software).
Perancangan perangkat lunak ini semakin dipermudah, bukan lagi dengan bilangan biner, melainkan dengan bahasa pemrograman yang kemudian diterjemahkan menjadi bilangan biner. Bahasa untuk menulis perangkat lunak awalnya berupa kode singkatan (mnemonic) untuk instruksi mesin, misalnya penggunaan kata MOV untuk kode memindahkan data antar lokasi memori, atau ADD untuk kode menjalankan instruksi penjumlahan. Namun dalam waktu singkat, para inovator mengembangkan bahasa yang lebih mudah dan menyerupai bahasa manusia untuk menulis program. Bahasa FORTRAN dikembangkan pada tahun 1957 untuk perhitungan ilmiah, LISP (1958) untuk pengembangan kecerdasan buatan, COBOL (1959) untuk keperluan bisnis dan administrasi, serta ALGOL (1960) untuk model penulisan algoritma secara lebih umum. Pemrograman komputer menjadi metode keilmuan baru, termasuk berbagai metode untuk melakukan pemrograman secara efektif dan efisien.

Pada tahun 1950-an ini pula, ilmu komputer mulai diakui sebagai bidang ilmu baru. Awalnya, penelitian terkait komputer dilakukan di departemen matematika, fisika, dan teknik elektro. Sebagai contoh, MIT dan Harvard di Amerika Serikat memiliki proyek terkait pemrograman dan komputasi pada masa-masa awal ini, bekerja sama dengan pihak militer untuk mengembangkan teknologi komputasi dan kriptografi. Pada 1960-an, kebutuhan untuk mempelajari komputasi secara formal mendorong universitas-universitas besar, seperti Stanford, MIT, dan University of California di Berkeley, untuk mendirikan departemen atau fakultas ilmu komputer. Mata kuliah mulai mencakup pemrograman, arsitektur komputer, dan teori algoritma. Di Inggris, Cambridge University juga membuka program studi komputasi.
Ahli komputer Perancis Philippe Dreyfus mengkombinasikan kata “information” dan “automatique” menjadi istilah “informatique” yang kemudian digunakan dalam berbagai bahasa sebagai informatik, informatics, informatika, dan lain-lain. Informatika mulai berkembang sebagai bidang studi formal di Eropa, dengan universitas-universitas menawarkan program khusus yang mencakup pemrograman, teori komputasi, analisis data, dan pengembangan sistem informasi. Pada periode ini, informatika juga mulai dikenal sebagai istilah profesional di perusahaan dan lembaga pemerintah yang berfokus pada sistem informasi dan teknologi data.