Istilah komputasi berasal dari kata dalam bahasa Latin, “computare” yang berarti menghitung atau memikirkan bersama. Istilah ini digunakan untuk proses penyelesaian masalah melalui serangkaian operasi secara sistematis dan logis. Permasalahan yang dipecahkan dalam hal ini dapat berbentuk perhitungan atau pengolahan angka dan berbagai macam data.

Berbagai sistematika yang disusun dalam pemecahan masalah dapat dapat dilacak cukup jauh dalam sejarah peradaban manusia. Beberapa contohnya adalah:

  1. 2000 tahun SM, Bangsa Babilonia memecahkan masalah pembagian dan pengelolaan tanah, penghitungan masa tanam, dan pertukaran barang dengan menyusun sistem bilangan berupa tanda berbentuk paku. Penggunaan tanda ini memudahkan pencatatan, penjumlahan, pembagian, dan hal-hal praktis lain.
  2. 1650 tahun SM, Bangsa Mesir Kuno memecahkan masalah pengelolaan tanah dan pendirian bangunan dengan mencatat cara perhitungan geometri, seperti luas persegi panjang, segi tiga, lingkaran, dan lain-lain.
  3. 800 tahun SM, Bangsa India Kuno memecahkan masalah-masalah yang memerlukan perhitungan dengan menyusun lambang bilangan berupa angka, yang saat ini dikenal dengan nama angka desimal. Penggunaan lambang bilangan ini memudahkan penghitungan dan pencatatan.
  4. 100 tahun SM, Bangsa Yunani memecahkan masalah perhitungan posisi benda di langit dengan membuat mesin antikythera, yang terdiri atas roda-roda gigi yang saling terhubung.
Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi

Pada abad ke-9, seorang ilmuwan Persia bernama Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi mencoba memecahkan berbagai bentuk perhitungan aritmatika dalam bentuk langkah-langkah yang dapat dibakukan, dituliskan, diulangi, atau ditiru. Metode semacam ini kemudian digunakan saat ini dalam dunia komputasi modern. Nama al-Khwarizmi kemudian diabadikan dalam bidang ini sebagai metode Algoritma.