Arduino bukan sekadar papan sirkuit. Teknologi ini merupakan pintu masuk jutaan orang ke dunia elektronika dan pemrograman. Tapi dua tahun terakhir ini, dari 2024 hingga awal 2026, terjadi transformasi paling dramatis dalam sejarah Arduino. Ada akuisisi besar, deretan papan baru, dan arah yang bergeser jauh ke dunia kecerdasan buatan.
Qualcomm
Pada 7 Oktober 2025, Qualcomm mengambil alih Arduino, dan mengejutkan komunitas dunia. Qualcomm dikenal luas sebagai pembuat chip Snapdragon yang ada di hampir semua smartphone premium dunia. Mereka juga memiliki bisnis besar di IoT, otomotif, dan edge computing. Pengambilalihan Arduino adalah bagian dari strategi yang lebih besar: pada Maret 2024 mereka mengambil Foundries.io (platform Linux untuk perangkat IoT), dan pada Maret 2025 mengambil Edge Impulse (platform machine learning untuk perangkat kecil). Arduino adalah mata rantai terakhir, sebagai ekosistem developer terbesar di dunia hardware open-source, dengan lebih dari 33 juta pengembang aktif.
Arduino beroperasi sebagai anak perusahaan independen dari Qualcomm. Produk, komunitas, dan filosofi open-source Arduino tidak berubah. Semua desain dan perangkat lunak tetap terbuka untuk umum. Arduino secara aktif mempertahankan struktur tata kelola internal yang sama seperti sebelum akuisisi. Namun, Arduino kini punya akses ke chip-chip mutakhir Qualcomm, ke ekosistem AI Hub milik Qualcomm, dan ke infrastruktur Edge Impulse untuk pelatihan model machine learning. Hasilnya langsung terlihat: dua papan baru berbasis Qualcomm yang tidak pernah ada sebelumnya.
Uno R4 32 Bit
Selama lebih dari satu dekade, Uno R3 dengan chip 8-bit ATmega328P-nya menjadi standar de facto di kelas-kelas elektronika di seluruh dunia. R4 mengakhiri era itu dengan upgrade yang signifikan.
| Spesifikasi | Uno R3 | Uno R4 Minima | Uno R4 WiFi |
|---|---|---|---|
| Prosesor | ATmega328P 8-bit, 16 MHz | Renesas RA4M1, ARM Cortex-M4, 48 MHz | Sama + ESP32-S3 |
| SRAM | 2 kB | 32 kB (16x lebih besar) | 32 kB + 512 kB (ESP32) |
| Flash | 32 kB | 256 kB (8x lebih besar) | 256 kB |
| USB | USB-B (kotak) | USB-C | USB-C |
| Tegangan input maks. | 12V | 24V | 24V |
| Fitur tambahan | — | DAC 12-bit, CAN bus, Op-Amp, HID | WiFi, Bluetooth LE, LED matrix 12×8 |
Form factor, susunan pin, dan tegangan operasi 5V tetap sama persis dengan R3. Artinya semua shield (modul tambahan) yang lama tetap dapat digunakan. R4 hadir dalam dua varian: Uno R4 Minima untuk penggunaan dasar yang lebih hemat, dan Uno R4 WiFi yang punya koneksi nirkabel lengkap plus matriks LED 12×8 yang dapat diprogram untuk menampilkan animasi.
Arduino Uno Q
Uni Q adalah produk pertama hasil kolaborasi Arduino dan Qualcomm, diluncurkan bersamaan dengan pengumuman akuisisi pada Oktober 2025. Uno Q adalah sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dalam keluarga Arduino: sebuah papan yang menggabungkan microcontroller Arduino klasik dengan prosesor Linux-capable dalam satu form factor Uno yang familiar.
Ini disebut “dual-brain”: Uno Q punya dua “otak” yang bekerja bersama. Di satu sisi ada chip Qualcomm Dragonwing QRB2210 yang menjalankan Linux Debian — cukup powerful untuk computer vision, AI, dan pemrosesan data berat. Di sisi lain ada microcontroller (STM32U585) yang menangani kontrol real-time seperti Arduino pada umumnya. Keduanya berkomunikasi langsung. Hasilnya: kita tidak perlu lagi menyambung papan Raspberry Pi ke Arduino untuk proyek IoT cerdas — semuanya ada dalam satu papan.
Form factor Uno Q kompatibel dengan shield Uno yang ada. Sistem operasinya adalah Debian Linux, dan pengembangannya menggunakan Arduino App Lab — sebuah environment terpadu yang memungkinkan penulisan sketch Arduino biasa, skrip Python, dan deployment model AI dalam satu antarmuka. Uno Q bersaing langsung dengan Raspberry Pi dan NVIDIA Jetson, tapi dengan pendekatan berbeda: tidak memaksa developer terikat pada satu platform. Bedi menegaskan bahwa arsitekturnya portabel — tidak bergantung mutlak pada chip Qualcomm — dan ke depan bisa diadaptasi ke silicon lain.
Ventuno Q
Jika Uno Q adalah eksperimen, maka Arduino Ventuno Q yang diumumkan pada 9 Maret 2026 adalah kekuatan penuh. Ventuno berarti 21 dalam bahasa Italia, merujuk usia Arduino yang ke-21 sekaligus menegaskan evolusi dari Uno.
Ventuno Q dirancang untuk robotika, AI di ujung jaringan (edge AI), dan kontrol aktuasi. Spesifikasinya jauh melampaui Uno Q:
- Prosesor Qualcomm Dragonwing IQ-8275 — 8 inti ARM Cortex, hingga 2,35 GHz, GPU Adreno 623, dan NPU Hexagon Tensor yang mampu 40 TOPS (tera-operasi per detik)
- Microcontroller real-time STM32H5F5 untuk kontrol motor dan aktuasi dengan latensi sub-milidetik
- RAM 16 GB LPDDR5 dan penyimpanan 64 GB eMMC (+ slot M.2 NVMe Gen.4)
- WiFi 6, Bluetooth 5.3, Ethernet 2,5 Gbps
- Native CAN-FD, PWM, GPIO kecepatan tinggi untuk kontrol fisik presisi
- Kompatibel dengan ROS 2 (Robot Operating System)
Prosesor utamanya menjalankan Linux Ubuntu atau Debian, sementara microcontroller menjalankan Arduino Core di atas Zephyr OS. Harga diperkirakan di bawah $300, dengan ketersediaan di kuartal kedua 2026. Tentu, artinya Ventuno Q bukan papan untuk pemula atau proyek sekolah. Ini adalah platform untuk developer dan peneliti yang mengerjakan robotika, visi komputer, atau sistem industri cerdas.
Arduino Nano
Form factor Nano (sekitar 18×45 mm) sudah lama menjadi favorit untuk proyek yang membutuhkan papan kecil tapi bertenaga. Dalam dua tahun terakhir, keluarga ini bertambah anggota baru dan beberapa model lama mendapat revisi penting.
Kartu Keluarga Nano
| Board | Prosesor Utama | Konektivitas | Keunggulan |
|---|---|---|---|
| Nano Every | ATmega4809, 20 MHz | — | Murah, pengganti Nano klasik |
| Nano 33 IoT | SAMD21 Cortex-M0+ | WiFi + BLE (ESP32 via u-blox NINA) | IoT terjangkau, IMU bawaan |
| Nano 33 BLE | nRF52840 Cortex-M4 | Bluetooth LE | BLE stabil, wearable |
| Nano 33 BLE Rev2 (2024) | nRF52840 Cortex-M4 | Bluetooth LE | IMU baru, lebih andal |
| Nano 33 BLE Sense | nRF52840 Cortex-M4 | Bluetooth LE | 9 sensor bawaan + TinyML |
| Nano 33 BLE Sense Rev2 | nRF52840 Cortex-M4 | Bluetooth LE | Sensor diperbarui + TinyML |
| Nano ESP32 (2023) | ESP32-S3 dual-core LX7 | WiFi + BLE | ESP32 native di ekosistem Arduino |
| Nano RP2040 Connect | RP2040 dual-core M0+, 133 MHz | WiFi + BLE (u-blox NINA) | Chip Raspberry Pi + konektivitas |
| Nano Matter (Des 2024) | Silicon Labs MGM240S, Cortex-M33 | BLE 5.3 + Thread/Matter + Zigbee | Smart home standar Matter |
| Nano R4 (2025) | Renesas RA4M1, Cortex-M4, 48 MHz | — | Performa R4 dalam Nano footprint |
Nano 33 BLE Rev2 dan BLE Sense Rev2
Dua model ini adalah pembaruan dari generasi sebelumnya, dirilis di awal 2024. Keduanya mempertahankan chip nRF52840 (ARM Cortex-M4, 64 MHz, 1 MB flash) dan Bluetooth Low Energy, namun dengan peningkatan pada modul sensor IMU. Nano 33 BLE Sense Rev2 secara khusus mendapat paket sensor yang diperbarui, termasuk akselerometer, giroskop, magnetometer, sensor warna/proximity, kelembapan, suhu, tekanan udara, dan mikrofon, yang seluruhnya siap digunakan untuk proyek TinyML (machine learning di perangkat kecil).
Nano ESP32
Ini adalah langkah menarik: Arduino menghadirkan chip ESP32-S3 dari Espressif langsung ke dalam form factor Nano, dengan dukungan penuh Arduino IDE. Selama ini, pengembang yang ingin menggunakan ESP32 harus bekerja di ekosistem yang terpisah. Kini mereka dapat memanfaatkan WiFi dan Bluetooth bawaan ESP32, memprogram langsung di Arduino IDE, dan mengakses Arduino IoT Cloud — semuanya di papan kecil seharga terjangkau.
Nano Matter — Smarthome
Diluncurkan sebagai “community preview” pada Arduino Days 2024 (Maret 2024) dan tersedia secara umum pada Desember 2024, Nano Matter adalah jawaban Arduino untuk standar konektivitas rumah pintar terbaru. Matter adalah protokol terbuka yang didukung Apple, Google, Amazon, dan ratusan produsen perangkat lainnya, memungkinkan lampu pintar dari satu merek berkomunikasi dengan speaker pintar dari merek lain tanpa hambatan.
Papan ini menggunakan chip Silicon Labs MGM240S (ARM Cortex-M33, 78 MHz), dengan dukungan IEEE 802.15.4 untuk Thread, Bluetooth LE 5.3, dan tentu saja Matter. Cukup dengan sekitar 100 baris kode Arduino, kita sudah dapat membuat perangkat Matter yang bekerja dengan Google Home, Apple HomeKit, atau Amazon Alexa. Ini yang membuat Nano Matter menarik: hambatan teknis untuk membangun perangkat rumah pintar yang kompatibel lintas platform menjadi jauh lebih rendah.
Pada Februari 2026, Arduino meluncurkan Matter Discovery Bundle — paket yang menggabungkan Nano Matter dengan tiga Modulino node (relay, sensor jarak, sensor suhu-kelembapan) lengkap dengan kursus online gratis. Ini adalah cara Arduino memperkenalkan standar Matter ke pasar pendidikan.
Nano R4
Dirilis pada 2025, Nano R4 membawa chip Renesas RA4M1 yang sama dengan Uno R4 ke dalam form factor Nano yang mungil. Ini penting bagi developer yang sudah terbiasa dengan ekosistem Uno R4 dan ingin memindahkan desain ke produk yang lebih kompak. Nano R4 dilengkapi konektor Qwiic untuk ekspansi sensor tanpa solder, pin castellated untuk pemasangan SMD, dan LED RGB yang dapat diprogram untuk indikator status. Harganya sangat kompetitif di bawah $12.
Arduino Portenta
Di luar produk hobi dan pendidikan, Arduino kini memiliki lini Pro yang serius untuk keperluan industri, otomasi, dan pengembangan produk komersial. Lini ini terbagi menjadi tiga subfamili utama: Portenta, Nicla, dan Opta.
Portenta adalah sistem-on-module (SOM) berperforma tinggi yang dapat dipasang pada carrier board sesuai kebutuhan aplikasi.
Portenta H7
STM32H747Dual-coreWiFi + BT: Papan andalan dengan prosesor dual-core: ARM Cortex-M7 di 480 MHz dan Cortex-M4 di 240 MHz. Keduanya dapat menjalankan tugas secara paralel — misalnya satu core menjalankan algoritma computer vision via TensorFlow Lite, sementara core lain mengontrol motor. Tersedia dalam varian H7 penuh (dengan WiFi/Bluetooth), H7 Lite (tanpa radio, untuk lingkungan yang tidak memerlukan konektivitas nirkabel), dan H7 Lite Connected (versi hemat yang tetap punya koneksi nirkabel).
Portenta X8
NXP i.MX 8M MiniLinux preloaded9-core: SOM kelas industri yang sudah dilengkapi Linux OS. Arsitektur 9-core-nya memungkinkan pemrosesan tinggi di sisi Linux sambil tetap menangani tugas real-time melalui environment Arduino. Pendekatan container-nya memungkinkan deployment perangkat lunak yang tidak tergantung pada hardware spesifik — sangat berguna untuk pembaruan OTA di lapangan.
Portenta C33
Renesas RA6M5Cortex-M33WiFi + BLE: Opsi yang lebih terjangkau dalam keluarga Portenta, dengan chip Renesas Cortex-M33 hingga 200 MHz. Dilengkapi secure element NXP SE050C2 untuk keamanan tingkat industri, WiFi, Bluetooth LE, Ethernet, dan dukungan MicroPython. Cocok untuk gateway IoT, sistem pelacakan armada, dan pemantauan proses industri dengan anggaran yang lebih terkontrol.
Untuk mendukung papan-papan Portenta, Arduino menyediakan berbagai carrier board: Portenta Breakout (untuk pengembangan dan debugging), Portenta Max Carrier (untuk edge AI industri dan otomasi bangunan), Portenta Mid Carrier (untuk prototyping IoT dan integrasi modul 4G), serta Portenta Hat Carrier yang kompatibel dengan Raspberry Pi Hat.
Arduino Nicla
Nicla adalah sensor cerdas berukuran sangat kecil yang dapat digunakan sebagai node otonom dalam sistem yang lebih besar. Keluarga ini mencakup tiga produk utama:
- Nicla Vision — papan visi komputer mungil dengan kamera 2 MP, microcontroller STM32H747, WiFi, Bluetooth, dan secure element. Dapat menjalankan model machine learning langsung di perangkat tanpa cloud.
- Nicla Sense ME — dilengkapi teknologi sensor Bosch Sensortec: akselerometer, giroskop, magnetometer, sensor gas, tekanan, kelembapan, dan suhu. Dirancang untuk pemantauan lingkungan dan kondisi industri secara otonom.
- Nicla Voice — processor neural decision khusus untuk pengenalan suara dan perintah suara secara offline, tanpa perlu cloud.
Arduino Opta
Dikembangkan bersama Finder, produsen perangkat otomasi industri terkemuka dari Eropa, Arduino Opta adalah micro-PLC (Programmable Logic Controller) yang unik: dapat diprogram menggunakan bahasa standar industri IEC 61131-3 atau Arduino IDE. Ini menjembatani dunia insinyur industri dengan dunia maker.
Di jantung Opta terdapat prosesor STM32H747 dual-core yang sama dengan Portenta H7, dilengkapi 4 relay 10A/250V, input analog dan digital, Ethernet, WiFi, Bluetooth LE, dan RS-485 untuk komunikasi industri. Ia dapat menggantikan PLC konvensional untuk otomasi mesin, pemantauan kondisi, atau kontrol bangunan — dengan harga yang jauh lebih kompetitif dan fleksibilitas pemrograman yang lebih luas.
Arduino secara aktif mengembangkan modul ekspansi Opta: Ext D1608E dan D1608S untuk tambahan I/O digital, serta Ext A0602 untuk I/O analog. Sistem ini dapat dirantai hingga lima unit untuk skalabilitas yang lebih besar.